
Dari Surau Kecil, Lahir Generasi Juara.
78 tahun perjalanan YPI Nurul Ulum KH. Ahmad Bishri — dari amanah seorang ulama di Padangan Bojonegoro hingga madrasah berprestasi tingkat nasional.
Sebuah Amanah yang Mengubah Padangan.
Kisah YPI Nurul Ulum tidak bisa dipisahkan dari satu hubungan guru dan murid yang istimewa. KH. Ahmad Bishri — yang kelak dikenal sebagai Mbah Bishri Mbaru — adalah murid paling dipercaya oleh KH. Hasyim Jalakan, ulama terkemuka pengarang Kitab Shorof Padangan.
Dari sang guru, Ahmad Bishri menerima amanah yang jelas: "Berjuanglah di Padangan melalui jalur pendidikan." Bukan bisnis, bukan birokrasi, bukan politik — tapi pendidikan.
Pada 1 September 1947, amanah itu diwujudkan. Dari sebuah surau kecil di Dusun Barangan, lahirlah Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ulum — yayasan pendidikan Islam pertama di Kecamatan Padangan yang berdiri secara formal pasca kemerdekaan Indonesia.

Surau awal tempat lahirnya YPI Nurul Ulum
78 Tahun Perjalanan.
KH. Ahmad Bishri Bergabung NU Padangan
Jauh sebelum yayasan berdiri, KH. Ahmad Bishri — murid setia KH. Hasyim Jalakan — sudah aktif sebagai salah satu pengurus pertama Nahdlatul Ulama Padangan-Bojonegoro. Fondasi jaringan ulama yang kelak menopang perkembangan yayasan mulai dibangun.
Dakwah di Masa Pendudukan Jepang
Di tengah gejolak pendudukan Jepang, KH. Ahmad Bishri tidak berhenti. Beliau membangun majelis ta'lim di seluruh kawasan Padangan — menjaga cahaya pendidikan Islam tetap menyala bahkan di masa paling gelap sekalipun.
Yayasan Resmi Berdiri
Tepat 1 September 1947 — dua tahun setelah Indonesia merdeka — KH. Ahmad Bishri mewujudkan amanah gurunya dengan mendirikan Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ulum di Desa Mbaru. Inilah yayasan pendidikan Islam pertama di Kecamatan Padangan yang berdiri secara formal pasca kemerdekaan.
Berkembang dari Surau Kecil
Berawal dari sebuah surau kecil di Dusun Barangan, Desa Kuncen, yayasan tumbuh perlahan namun pasti. Generasi demi generasi keluarga Padangan mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada lembaga yang dibangun dengan amanah ini.
KH. Ahmad Bishri Wafat
KH. Ahmad Bishri berpulang pada tahun 1993 dalam usia 73 tahun. Beliau meninggalkan warisan yang tidak ternilai: sebuah lembaga pendidikan yang sudah mengakar kuat di masyarakat Padangan dan telah mendidik ratusan generasi.
Akta Yayasan Resmi
Yayasan mendapatkan pengakuan hukum formal melalui SK pendirian oleh notaris Farida Hidayati, SH., MKN dengan nomor AH.02.01 Tahun 2015 — memperkuat legalitas kelembagaan yang sudah berjalan hampir tujuh dekade.
17+ Prestasi Nasional
Di bawah kepemimpinan Ketua Yayasan Yudi Iskandar dan Kepala Sekolah Khotimatul Mauludah, SE, MI Nurul Ulum menorehkan 17+ prestasi di tahun 2025 saja — dari olimpiade matematika nasional hingga juara atletik Jawa Timur.
Hadir Secara Digital
MI Nurul Ulum menjadi satu-satunya madrasah di Kecamatan Padangan yang memiliki website resmi — melanjutkan semangat KH. Ahmad Bishri bahwa pendidikan Islam harus berjalan seiring kemajuan zaman.
Tiga Unit yang Aktif Hingga Kini.
MI Nurul Ulum Banjarjo
6 tahun, 12 kelas, 875 m². Prestasi nasional. Kurikulum Merdeka + KBC + Deep Learning.
RA Nurul Ulum
Pendidikan pra-sekolah berbasis nilai Islam. Menanamkan cinta Al-Qur'an sejak usia dini.
Madin Nurul Ulum
Program agama klasik terintegrasi MI — fiqih, huruf pegon, akidah, tajwid. Guru berlatar pesantren.
Jadilah Bagian dari Sejarah Ini.
78 tahun perjalanan yang panjang — dan masih terus berlanjut. Daftarkan putra-putrimu sekarang.
