Lewati ke konten
✦ Sejarah Yayasan

Dari Surau Kecil, Lahir Generasi Juara.

78 tahun perjalanan YPI Nurul Ulum KH. Ahmad Bishri — dari amanah seorang ulama di Padangan Bojonegoro hingga madrasah berprestasi tingkat nasional.

1947
Tahun Berdiri
78+
Tahun Mengabdi
3 Unit
Pendidikan Aktif
Awal Mula

Sebuah Amanah yang Mengubah Padangan.

Kisah YPI Nurul Ulum tidak bisa dipisahkan dari satu hubungan guru dan murid yang istimewa. KH. Ahmad Bishri — yang kelak dikenal sebagai Mbah Bishri Mbaru — adalah murid paling dipercaya oleh KH. Hasyim Jalakan, ulama terkemuka pengarang Kitab Shorof Padangan.

Dari sang guru, Ahmad Bishri menerima amanah yang jelas: "Berjuanglah di Padangan melalui jalur pendidikan." Bukan bisnis, bukan birokrasi, bukan politik — tapi pendidikan.

Pada 1 September 1947, amanah itu diwujudkan. Dari sebuah surau kecil di Dusun Barangan, lahirlah Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ulum — yayasan pendidikan Islam pertama di Kecamatan Padangan yang berdiri secara formal pasca kemerdekaan Indonesia.

Surau awal YPI Nurul Ulum Banjarjo 1947

Surau awal tempat lahirnya YPI Nurul Ulum

Timeline

78 Tahun Perjalanan.

1938

KH. Ahmad Bishri Bergabung NU Padangan

Jauh sebelum yayasan berdiri, KH. Ahmad Bishri — murid setia KH. Hasyim Jalakan — sudah aktif sebagai salah satu pengurus pertama Nahdlatul Ulama Padangan-Bojonegoro. Fondasi jaringan ulama yang kelak menopang perkembangan yayasan mulai dibangun.

1940-an

Dakwah di Masa Pendudukan Jepang

Di tengah gejolak pendudukan Jepang, KH. Ahmad Bishri tidak berhenti. Beliau membangun majelis ta'lim di seluruh kawasan Padangan — menjaga cahaya pendidikan Islam tetap menyala bahkan di masa paling gelap sekalipun.

1947

Yayasan Resmi Berdiri

Tepat 1 September 1947 — dua tahun setelah Indonesia merdeka — KH. Ahmad Bishri mewujudkan amanah gurunya dengan mendirikan Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ulum di Desa Mbaru. Inilah yayasan pendidikan Islam pertama di Kecamatan Padangan yang berdiri secara formal pasca kemerdekaan.

1947–1980

Berkembang dari Surau Kecil

Berawal dari sebuah surau kecil di Dusun Barangan, Desa Kuncen, yayasan tumbuh perlahan namun pasti. Generasi demi generasi keluarga Padangan mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada lembaga yang dibangun dengan amanah ini.

1993

KH. Ahmad Bishri Wafat

KH. Ahmad Bishri berpulang pada tahun 1993 dalam usia 73 tahun. Beliau meninggalkan warisan yang tidak ternilai: sebuah lembaga pendidikan yang sudah mengakar kuat di masyarakat Padangan dan telah mendidik ratusan generasi.

2015

Akta Yayasan Resmi

Yayasan mendapatkan pengakuan hukum formal melalui SK pendirian oleh notaris Farida Hidayati, SH., MKN dengan nomor AH.02.01 Tahun 2015 — memperkuat legalitas kelembagaan yang sudah berjalan hampir tujuh dekade.

2025–2026

17+ Prestasi Nasional

Di bawah kepemimpinan Ketua Yayasan Yudi Iskandar dan Kepala Sekolah Khotimatul Mauludah, SE, MI Nurul Ulum menorehkan 17+ prestasi di tahun 2025 saja — dari olimpiade matematika nasional hingga juara atletik Jawa Timur.

2026

Hadir Secara Digital

MI Nurul Ulum menjadi satu-satunya madrasah di Kecamatan Padangan yang memiliki website resmi — melanjutkan semangat KH. Ahmad Bishri bahwa pendidikan Islam harus berjalan seiring kemajuan zaman.

Kondisi Saat Ini

Tiga Unit yang Aktif Hingga Kini.

Jadilah Bagian dari Sejarah Ini.

78 tahun perjalanan yang panjang — dan masih terus berlanjut. Daftarkan putra-putrimu sekarang.