Lewati ke konten
KH. Ahmad Bishri Mbaru
✦ Pendiri Yayasan

KH. Ahmad
Bishri Mbaru

Ulama yang mengabdikan hidupnya untuk menyebarkan Islam melalui jalur pendidikan — dan mendirikan YPI Nurul Ulum pada 1947 sebagai warisan nyata perjuangannya.

Lahir
1920 · Mbarangan, Padangan
Wafat
1993
Yayasan Berdiri
1 September 1947
KH. Ahmad Bishri Mbaru — Pendiri YPI Nurul Ulum
KH. Ahmad Bishri Mbaru
Pendiri YPI Nurul Ulum · 1947
Ulama Pendidik NU

"Dakwah Islam tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan."

— Prinsip perjuangan KH. Ahmad Bishri Mbaru

KH Ahmad Bishri adalah ulama yang mengabdikan hidupnya untuk menyebarkan Islam di Dusun Mbaru, Desa Banjarejo, Kecamatan Padangan, Bojonegoro. Jauh sebelum yayasan ini berdiri, beliau sudah aktif berdakwah melalui jalur pendidikan sejak masa pendudukan Jepang.

Pada tahun 1947, tepat setelah Indonesia merdeka, beliau mewujudkan cita-cita besarnya dengan mendirikan Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ulum di Desa Mbaru — menjadikannya yayasan pendidikan Islam pertama di Kecamatan Padangan yang berdiri secara formal pasca kemerdekaan. Sejak saat itulah nama beliau lekat dengan panggilan Mbah Bishri Mbaru.

Selain sebagai pendiri yayasan, beliau juga dikenal sebagai salah satu pengurus pertama NU Padangan-Bojonegoro sejak tahun 1938, serta tokoh yang bersama KH Rachmat Zuber gigih memperjuangkan berdirinya Ma'arif NU Bojonegoro.

١
Bagian Pertama

Perjalanan Ilmu dan Pembentukan Karakter

Perjalanan keilmuan KH Ahmad Bishri tidak lepas dari sosok besar gurunya, KH Hasyim Jalakan — ulama terkemuka yang dikenal sebagai sohib Tashrifan Padangan. Sejak usia belia, setelah menyelesaikan pendidikan dasar, Ahmad Bishri mengabdi langsung di kediaman KH Hasyim Jalakan.

Kedekatan keduanya begitu mendalam hingga KH Hasyim Jalakan mengangkatnya sebagai anak angkat, sekaligus memberikan nama depan "Ahmad" — sebelumnya beliau hanya dipanggil Bishri.

Ilmu yang Ditimba dari KH. Hasyim Jalakan
Al-Qur'an
Fiqih
Ilmu Alat
Tafsir
Terjemah Kitab Kuning
Pengganti Pengajian

Kepercayaan KH Hasyim Jalakan terhadap muridnya ini sangat besar — Ahmad Bishri kerap ditunjuk untuk menggantikan sang guru mengisi pengajian ketika berhalangan hadir.

٢
Bagian Kedua

Amanah yang Menjadi Fondasi Yayasan

Pendirian Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ulum bukan semata inisiatif pribadi, melainkan juga perwujudan amanah dari sang guru. KH Hasyim Jalakan secara khusus menugaskan Ahmad Bishri untuk berjuang di Padangan melalui jalur pendidikan.

Pembagian Amanah dari KH. Hasyim Jalakan
KH. Ahmad Bishri
Pendidikan Islam — mendirikan YPI Nurul Ulum di Padangan
Hakam Hasyim
Birokrasi pemerintahan
KH. Sholeh Hasyim
Membawa NU ke Bojonegoro
KH. Usman
Dakwah di Cepu

Mengemban amanah tersebut, Ahmad Bishri giat membangun majelis ta'lim di seluruh kawasan Padangan sebagai pondasi awal gerakan pendidikan Islam. Puncak dari seluruh ikhtiar itu adalah berdirinya Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ulum pada 1947, yang hingga kini menjadi warisan nyata perjuangan beliau.

٣
Bagian Ketiga

Nasab dan Latar Keluarga

KH Ahmad Bishri lahir pada tahun 1920 di Dusun Mbarangan, Kuncen Padangan, dan wafat pada tahun 1993. Beliau berasal dari Bani Mbarangan, dengan kakek buyut Kiai Sanusi Mbarangan sebagai ulama setempat.

Keturunan ke-8 dari
Syekh Abdul Jabbar
Nglirip, Tuban
Keturunan ke-9 dari
Syekh Sabil Menak Anggrung
Padangan
Garis Nasab
Syekh Abdul Jabbar
Nglirip, Tuban · Menantu Syekh Sabil
Kiai Anom
Kiai Juraij
Kiai Istad
Kiai Syihabuddin
Kiai Syahid Kembangan
Kiai Sanusi Mbarangan
Kakek buyut · Ulama Mbarangan
Warsun
KH. Ahmad Bishri
Pendiri YPI Nurul Ulum
Warisan yang Terus Hidup

Yayasan yang beliau dirikan kini masih berdiri — dan terus bertumbuh.