Lewati ke konten
Kegiatan

Mengenal KH. Ahmad Bishri Mbaru: Ulama yang Membangun Madrasah dari Surau Kecil

· Tim Redaksi · 3 menit baca

KH. Ahmad Bishri Mbaru (1920–1993) adalah ulama asal Padangan, Bojonegoro yang mendirikan YPI Nurul Ulum pada 1947 — yayasan pendidikan Islam pertama di Kecamatan Padangan pasca kemerdekaan Indonesia.

Di antara nama-nama ulama yang pernah mengharumkan Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, satu nama selalu disebut dengan penuh hormat: KH. Ahmad Bishri Mbaru. Lahir pada tahun 1920 di Dusun Mbarangan, Kuncen Padangan, beliau adalah ulama yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk satu tujuan: menjadikan pendidikan Islam sebagai cahaya di tengah masyarakat.

Siapa KH. Ahmad Bishri Mbaru?

KH. Ahmad Bishri Mbaru — atau yang akrab disapa Mbah Bishri Mbaru oleh masyarakat setempat — adalah pendiri Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nurul Ulum, lembaga pendidikan Islam yang berdiri sejak 1 September 1947. Yayasan ini menjadikannya orang pertama yang mendirikan lembaga pendidikan Islam formal di Kecamatan Padangan pasca kemerdekaan Indonesia.

Sebelum nama depan "Ahmad" disematkan, beliau hanya dikenal dengan nama Bishri. Nama "Ahmad" diberikan oleh gurunya, KH. Hasyim Jalakan — ulama besar yang dikenal sebagai sohib Tashrifan Padangan — ketika beliau diangkat sebagai anak angkat sekaligus murid kepercayaan.

Latar Belakang Keluarga dan Nasab

KH. Ahmad Bishri berasal dari Bani Mbarangan, Padangan. Beliau adalah keturunan ke-8 dari Syekh Abdul Jabbar dari Nglirip, Tuban — seorang tokoh Islam terkemuka di Jawa Timur — sekaligus keturunan ke-9 dari Syekh Sabil Menak Anggrung, ulama Padangan. Kakek buyutnya, Kiai Sanusi Mbarangan, juga dikenal sebagai ulama setempat.

Silsilah yang kuat ini membentuk fondasi keilmuan beliau sejak usia belia. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, Ahmad Bishri muda langsung mengabdikan diri di kediaman KH. Hasyim Jalakan, menimba ilmu Al-Qur'an, Fiqih, Ilmu Alat, Tafsir, dan Terjemah Kitab Kuning.

Kiprah dalam Nahdlatul Ulama

Jauh sebelum mendirikan yayasan, KH. Ahmad Bishri sudah aktif di jalur organisasi Islam. Sejak 1938, beliau menjadi salah satu pengurus pertama Nahdlatul Ulama Padangan-Bojonegoro. Bersama KH. Rachmat Zuber, beliau juga gigih memperjuangkan berdirinya Ma'arif NU Bojonegoro.

Di masa pendudukan Jepang — masa paling gelap dalam sejarah Indonesia — KH. Ahmad Bishri tidak pernah berhenti berdakwah. Beliau membangun majelis ta'lim di seluruh kawasan Padangan, menjaga cahaya pendidikan Islam tetap menyala di tengah tekanan dan keterbatasan.

Mendirikan YPI Nurul Ulum: Amanah yang Diwujudkan

Pendirian Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ulum bukan semata kehendak pribadi. KH. Hasyim Jalakan secara khusus memberikan amanah kepada muridnya itu untuk berjuang di Padangan melalui jalur pendidikan. Di antara para murid terbaik sang guru, masing-masing mendapatkan tugas berbeda: ada yang mengurus birokrasi pemerintahan, ada yang membawa NU ke Bojonegoro, ada yang berdakwah di Cepu — dan KH. Ahmad Bishri mendapat amanah mulia: pendidikan Islam.

Pada 1 September 1947, dua tahun setelah Indonesia merdeka, amanah itu diwujudkan. YPI Nurul Ulum resmi berdiri di Desa Banjarjo, Kecamatan Padangan — berawal dari sebuah surau kecil di Dusun Barangan, Desa Kuncen.

Warisan yang Terus Hidup

KH. Ahmad Bishri Mbaru wafat pada tahun 1993 dalam usia 73 tahun. Namun warisannya tidak ikut wafat. Yayasan yang beliau dirikan kini terus tumbuh — MI Nurul Ulum Banjarjo telah meraih 17+ prestasi di tahun 2025 saja, termasuk medali Olimpiade Matematika tingkat Nasional dan Juara 1 Atletik Jawa Timur.

Nama KH. Ahmad Bishri Mbaru adalah bukti bahwa satu orang yang teguh pada amanah bisa mengubah nasib ribuan generasi.

Topik
KH Ahmad Bishri MbaruKH Ahmad Bishri PadanganMbah Bishri Mbaruulama Padangan Bojonegoropendiri YPI Nurul Ulumulama NU Bojonegorobiografi KH Ahmad Bishri

Tertarik bergabung?

Daftarkan Putra-Putrimu ke MI Nurul Ulum.

PPDB 2027 sudah dibuka. Biaya pendaftaran GRATIS, tutup 1 Juli 2027.

Baca Juga